PAKET UMROH BULAN DESEMBER 2015
paket umroh hemat dan murah

Umroh Bekasi

Umroh Bekasi

Umroh Bekasi

Travel perjalanan umroh dan haji resmi dan terpercaya

Untuk info lebih lanjut silakan Hub :

082 1121 95440 (WHATSAPP)
085 8834 83916
PIN 76438CE6

 

 

Alhamdulillah kita memasuki salah satu bulan yang dimuliakan Allah Swt, Dzulhijjah, Dinamai Dzulhijjah karena di dalamnya ada event pelaksanaan syariah Haji maupun Umrah.

Di dalam Al-Quran ada 2 ayat yang menjelaskan bahwa perintah haji diserukan kepada seluruh umat manusia bukan kepada orang yang beriman saja.

Yang pertama, Surat Al Hajj ayat 27,

وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِ‌جَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ‌ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ.

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji untuk melaksanakan syariat haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,

Kedua, dalam Surat Ali Imran: 97,

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

Mengunjungi ke Baitullah (haji) adalah wajib bagi manusia kepada Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.

Ayat yang kedua ini pun ditujukan kepada manusia, bukan saja kepada orang-orang yang beriman.

Apa yang menjadi tujuan dan mengapa Allah memanggil, menyeru seluruh manusia untuk datang mengunjungi Baitullah melaksanakan manasik haji dan umrah? Alasan pertama, sebab syariat haji adalah syariat yg telah ditetapkan kepada Nabi Ibrahim As. beserta keluarganya. Panggilan, seruan, dan ritual manasik haji telah dilaksanakan semasa Nabi Ibrahim As beserta keluarganya.

Sementara itu di antara umat manusia terdapat sekte atau kelompok yang mengakui Ibrahim sebagai panutan, yakni Yahudi dan Nasrani. Kedua kelompok ini mengklaim bahwa mereka mengikuti millah (ajaran) Nabi Ibrahim. Sehingga ketika diseru seluruh umat manusia termasuk Yahudi dan Nasrani untuk mengunjungi Baitullah (sebab Nabi Ibrahim telah membangun Ka’bah) maka hal tersebut tidak bisa disangkal karena ini adalah fakta. Orang Yahudi, Nasrani atau Ahlul Kitab tidak akan bisa menyangkal bahwa Nabi Ibrahim yang dibanggakan mereka telah membangun Ka’bah sekaligus beribadah dengan melaksanakan syariat haji. Inilah alasan yang kuat bahwa seruan haji bukan hanya kepada orang yang beriman tapi diseru kepada seluruh umat manusia.

Allah Swt menegaskan bahwa Rumah Allah yang pertama didirikan di muka bumi adalah Ka’bah yang berada di Mekah. Dalam syariat haji terdapat Ka’bah dan Ka’bah merupakan rumah yang pertama kali dibangun Allah Swt, Dan ketika runtuh Allah memerintahkan Nabi Ibrahim dan Ismail As untuk meninggikannya kembali. Inilah alasan kedua. Firman Allah Swt,

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكاً وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia

Dalam sebuah hadits disebutkan ketika bumi ini belum ada manusia maka Allah memerintahkan para malaikat untuk turun ke bumi dan membangun Ka’bah dan setelah selesai dibangun, Allah perintahkan untuk melaksanakan thawaf sebanyak 7 putaran.

Rumah Allah itu adalah mubaarokaa [مُبَارَكاً], Ka’bah yang diberkahi dan dijaga oleh Allah. Sejarah membuktikan Raja Abrahah dari Yaman ingin menghancurkan Ka’bah, karena cemberu dengan Ka’bah yang selalu didatangi oleh manusia dari seluruh penjuru dunia. Ka’bah ingin ia pindahkan ke Yaman. Tapi apa yang terjadi, ketika Abrahah mengerahkan pasukan gajahnya Allah melindungi Ka’bah, pasukan Abrahah menjadi hancur porak poranda. Inilah yang menunjukkan Ka’bah diberikahi Allah. Apa tujuannya? Wahudan lil Aalamiin [وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ], Ka’bah bukan sebatas petunjuk bagi orang yang beriman tapi seluruh alam (jagat raya).

Betapa Ka’bah kokoh semenjak didirikan oleh para malaikat hingga hari ini, Allah telah buktikan kekokohannya. Ini menjadi bukti petunjuk bagi seluruh alam, termasuk manusia dan orang-orang beriman, karena Ka’bah adalah bentuk benda yang bisa diamati dan hal ini tidak bisa dipungkiri.

Kemudian fiihi aayaatun bayyinaat [فِيهِ آيَاتٌ بَيِّـنَاتٌ مَّقَامُ إِبْرَاهِيمَ]. Di dalamnya terdapat bukti yang jelas, ada maqam (tempat) Ibrahim As berdiri membangun Ka’bah bersama anaknya, Ismail As. Seruan Allah memiliki alasan (argumentasi) karena mengunjungi Baitullah terdapat fakta-fakta yang tidak bisa disangkal. Oleh karenanya Allah menyeru kepada seluruh umat manusia yang di dalamnya terdapat Ahlul Kitab Yahudi dan Nasrani untuk mengunjungi Baitullah sekaligus untuk melaksanakan manasik Haji dan Umrah, karena di dalam manasik itu terdapat napak tilas apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim beserta keluarganya.

Di antaranya Thawaf, sebagai bagian dari ibadah haji, bahkan para malaikat beribadah dengan thawaf. Berlari kecil antara Shofa dan Marwa (sa’i), di antara napak tilas keluarga Nabi Ibrahim As. Perbuatan ini mengingatkan kita kepada sosok seorang isteri yang shaleh. Syariatnya ia taat kepada suami, hakikatnya taat kepada Allah. Karena menjalankannya itu dengan ikhlas dan baik, berlari-lari antara Shofa dan Marwa, maka ketaatannya itu melahirkan karunia besar, yakni ditemukannya air zam zam yang tak pernah kering hingga hari ini. Allah abadikan peristiwa itu menjadi bagian dari manasik haji dan umrah. Bagian dari sejarah keluarga Nabi Ibrahim As.

Melontar jumroh, juga merupakan peristiwa penting ketika Nabi Ibrahim dan Ismail berkorban mengikuti seruan Allah walaupun berat. Iblis selalu merintangi bahkan menjelma. Kemudian mereka berdua melempari iblis sebagai bentuk pengingkaran atas bujuk rayunya. Maka peristiwa ini diabadikan oleh Allah sebagai bagian manasik Haji. Ini juga merupakan perilaku Nabi Ibrahim As.

Betapa sosok Nabi Ibrahim, isteri, dan anaknya menjadi uswatun hasanah. Disebut dalam Al-Quran disebutkan 2 uswatun hasanah. Pertama Rasulullah Saw dan keluarga Nabi Ibrahim,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia. (Q. S. Mumtahanah: 4)

Isteri-isteri serta anak-anaknya mendukung dan melanjutkan perjuangannya.

Pantaslah jika syariat haji diseru kepada seluruh umat manusia karena di situ terdapat fakta-fakta yang tidak bisa terbantahkan bagi seluruh manusia, terutama bagi mereka yang mengakui pengikut ajaran Nabi Ibrahim As.

Maka kita sebagai umat Islam semakin nyata bahwa seluruh petunjuk-petunjuk Allah sangat berargumen (beralasan). Hal itu semua sebagai petunjuk menuju kemuliaan dan kebahagiaan orang beriman yang mengikuti petunjuk-petunjuk yang lurus. Petunjuk-petunjuk Allah berdasarkan ayat yang kita bahas tadi memiliki argumen sekaligus berfakta. Semoga Allah senantiasa memberikan ampunan kepada kita membimbing dengan bimbingan jalan yang lurus.

Sumber: Khutbah, 27 September 2013

Support Online

Travel Jabal Rahmah
Odi Purnomo
Email
purnomo_odi@yahoo.com
Telepon
085883483916
Ponsel
082112195440
Website
umrohmurah.traveljabalrahmah.com

Artikel Terbaru